Parpol di Lampung Tidak Cemaskan Calon Independen

Kalangan partai politik di Lampung menyatakan bahwa mereka tidak mencemaskan keberadaan calon independen mengikuti Pilkada sebagaimana diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Terlalu berlebihan kalau menuding parpol di daerah Lampung ini menjadi takut dengan adanya calon independen itu,” ujar politisi dari Partai Golkar Lampung, Indra Karyadi, di Bandarlampung, Minggu (05/08).

Menurut Pengurus DPD I Partai Golkar Lampung yang juga Ketua DPRD Lampung itu, parpol telah siap bersanding dan bersaing dengan calon independen dalam pemilu kepala daerah di Lampung.

“Jangan kemudian parpol dituding takut dan dianggap menghambat majunya calon independen, karena prinsipnya kami siap menerima calon independen itu,” katanya.

Dia menilai, penilaian “miring” dan mendiskreditkan parpol selama ini -termasuk berkaitan adanya calon independen- bukan lagi pada tempatnya, dan tudingan itu cenderung merusak citra parpol yang dilakukan oleh pihak tertentu.

“MK telah memutuskan adanya calon independen, sehingga semua pihak harus dapat menerimanya termasuk parpol,” katanya.

Karena itu, dia berharap semua pihak untuk dapat bersabar menunggu aturan yang merevisi UU Pemda, menyusul keputusan MK yang memperbaiki ketentuan bagi pencalonan independen selain melalui parpol dan gabungan parpol.

Indra mengingatkan pula, agar jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun penyelenggara pemerintahan, khususnya di Lampung, dapat lebih berhati-hati dalam berkomentar maupun mengambil keputusan berkaitan adanya calon independen tersebut.

“Kami di parpol yang duduk di DPRD Lampung akan siap mengoreksi dan meluruskan kalau ada kebijakan KPU di Lampung maupun jajaran penyelenggara pemerintahan yang bertentangan dengan putusan MK tersebut,” ujar Indra.

Dia pun berpendapat, jangan sampai pelaksanaan pilkada di Lampung baik pemilu bupati/wakil bupati maupun pemilu gubernur menjadi bermasalah akibat “pemaksaan” kebijakan yang diputuskan KPU atau penyelenggara pemerintahan tanpa memperhatikan ketentuan MK tentang calon independen tersebut.

“Bukan hanya kehidupan demokrasi di Lampung yang akan dirugikan, tapi juga pelaksanaan pilkada itu akan membutuhkan biaya besar dan cukup melelahkan bagi KPU, penyelenggara pemerintahan, aparat keamanan maupun masyarakat luas, sehingga seharusnya dapat terlaksana dengan baik sesuai ketentuan,” katanya.

Di Lampung, dalam waktu dekat akan terlaksana pemilu bupati di Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Tulang Bawang serta pada akhir tahun 2008 direncanakan pemilu gubernur Lampung.

Tapi KPU Lampung, kata Ketua KPU Chairullah Gultom, berkaitan putusan MK tentang calon independen, dimungkinkannya pemilu bupati pada dua kabupaten yang telah ditetapkan jadwal dan tahapannya oleh KPU setempat, sulit diikuti oleh calon independen.

Namun kemungkinan besar, pemilu bupati di satu kabupaten dan pemilu gubernur Lampung masih dapat diikuti calon independen.

Padahal, antusiasme masyarakat dan tokoh yang disebut-sebut layak maju sebagai calon independen di Lampung dinilai cukup besar, dan dapat timbul masalah kalau kesempatan dan haknya mencalonkan diri menjadi terhambat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: