Percepat Calon Independen Pilkada

independen-lampung.jpgINDEPENDEN LAMPUNG : Partai Golkar sepakat calon independen segera bisa mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada). Karena itu, dalam konsultasi antara DPR RI dengan presiden yang dijadwalkan Rabu (22/8), Fraksi Partai Golkar berupaya mempercepat penyediaan perangkat calon independen bisa maju. Golkar mematok calon independen didukung kisaran 15 persen dari jumlah pemilih.

Demikian diungkapkan Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santosa saat berdialog dengan jajaran Radar Lampung kemarin. ’’Sungguh, tidak ada keuntungan bagi Golkar menghambat calon independen ikut pilkada,’’ katanya.

Saat berkunjung ke Graha Pena Radar Lampung, tokoh vokal Gokar ini didampingi Ketua DPD I Partai Golkar Lampung M. Alzier Dianis Thabranie dan fungsionaris DPD I serta DPD II Partai Golkar se-Lampung. Mereka diterima Deputy GM Radar Lampung Ibnu Khalid, Pemimpin Redaksi Suprapto, Pemimpin Perusahaan Taswin Hasbulah, Redaktur Pelaksana Embun Putranto dan Nizwar, serta sejumlah awak redaksi lainnya.

Menurut Priyo, partainya mematok persyaratan dukungan pada kisaran 15 persen pemilih bukan tanpa alasan dan sama sekali tidak bermaksud menghambat tuntutan demokrasi. Sebaliknya, Golkar ingin demokrasi berjalan dengan baik dan proses pemilihan pemimpin bangsa mekanismenya baik sehingga menghasilkan sosok pemimpin yang kredibel.

’’Syarat kisaran 15 persen untuk menjaring calon independen yang benar-benar kapabel. Bukan tokoh yang muncul secara instan karena punya uang lalu bisa beli KTP,’’ terang kader Golkar yang kali pertama menyuarakan pembubaran kabinet Soeharto menjelang reformasi 2007 lalu itu.

Ditegaskannya, begitu Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan meloloskan calon independen, Golkar jujur merasa kecewa. Secara terbuka menyampaikan rasa kecewa karena MK tidak konsisten. Keputusannya bertentangan dengan UU yang tegas-tegas memerintahkan hanya parpol yang cukup memperoleh dukungan 15 persen atau gabungan parpol yang memenuhi ketentuan tersebut yang bisa mencalonkan pasangan presiden dan wakil presiden.

Meski begitu, kata Priyo, Golkar tetap taat atas keputusan tersebut. Karenanya, Golkar intens mendiskusikan formula mekanisme pencalonan dari calon independen. ’’DPR dan presiden telah mengagendakan konsultasi soal calon independen itu yang jadwalnya Rabu, 22 Agustus nanti. Golkar paling agresif segera menuntaskan persoalan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, ketua Fraksi Partai Golkar itu menguraikan bahwa sebenarnya DPR telah sepakat menggunakan hak inisiatif dalam revisi UU 32/2004. Golkar menargetkan Januari 2008 revisi UU 32/2004 rampung, sehingga calon independen bisa mengikuti pilkada. ”Untuk pengaturan calon independen ini tidak perlu dibuat PP. Sebab revisi UU No.32/2004 akan kita buat secara rinci termasuk masalah teknisnya,” ujar Priyo seraya menegaskan tidak perlu berlama-lama sampai setahun menunggu seperti diasumsikan banyak pihak.

FPG juga tidak sependapat pengaturan calon independen dibuat perpu. Alasannya, saat ini negara tidak dalam kondisi yang genting dan memaksa. ’’Kalau presiden mau membuat perpu, di DPR akan kita tolak,’’ tegasnya.

Terkait soal pilpres, FPG justru merencanakan menaikkan persyaratan paling tidak diusung parpol yang memperoleh suara 25 hingga 35 persen. Harapannya, pilpres hanya diikuti dua atau tiga pasangan calon.

Pilgub Lampung

Priyo juga semangat mendiskusikan soal Pilgub Lampung 2008 mendatang. Menurutnya, Golkar telah yakin mengusung M. Alzier Dianis Thabranie sebagai calon gubernur. Hal ini melihat desakan arus bawah yang meminta ketua DPD Partai Golkar Lampung ini untuk maju dalam Pilgub 2008.

Diungkapkan Priyo, dalam pilgub sebelumnya, Alzier telah terpilih sebagai gubernur. Namun, haknya dirampas olek kekuasaan. ’’Karena itu, pilgub ke depan adalah kesempatan kita untuk merebut kembali hak Golkar yang dirampas,’’ tegas Priyo.

Diterangkan Priyo, sosok Alzier merupakan pemimpin besar Lampung. Sebab, meski secara hukum telah terpilih sebagai gubernur Lampung yang sah dan telah melalui mekanisme yang sangat demokratis, Alzier sangat legawa ketika pemerintah tidak melantik dengan alasan-alasan politis.

’’Padahal, kalau Alzier mau, dia bersama Partai Golkar bisa saja terus menekan pemerintah untuk dilantik sebagai gubernur. Tapi, demi semangat kebangsaan, ternyata hal itu tidak dilakukan. Dan masyarakat Lampung sangat tahu ini,’’ tambahnya.

Untuk itu, Priyo sangat yakin bila Alzier mencalonkan diri sebagai gubernur, masyarakat akan memilihnya. Apalagi, masyarakat sangat tahu, meski telah mengalah dan berjiwa besar, sosok Alzier beserta Golkar terus-menerus dizalimi oleh pihak-pihak tertentu.

’’Masyarakat Lampung pasti ingin perubahan ke arah yang lebih baik. Tidak terus-menerus hidup dalam kemiskinan,” tambahnya.

Proses penjaringan cagub dan cawagub Partai Golkar tetap akan melalui mekanisme partai. Namun demikian, ia sudah memastikan bahwa cagub yang akan diusung Golkar adalah Alzier.

’’Meskipun, misalnya, juklak dan juknis penjaringan pilgub dari Golkar diubah seribu kali, saya yakin calon yang akan dipilih Golkar adalah Alzier,” tegasnya.

Alzier yang duduk persis di samping Priyo ketika diminta tanggapannya menjawab secara diplomatis. ’’Kalau sudah menjadi putusan partai, sebagai kader partai, saya harus siap. Tapi, biarlah mekanisme partai berjalan,’’ ujarnya. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: